Kamis, 25 Juni 2020

Saat Pengasuh dan Khodimul Markaz Menziarahi Sejumlah Makam Aulia



Selain ngalap barokah dan bertawashul, ziarah kubur bertujuan mengingatkan kita bahwa tak ada yang abadi di dunia ini.

Ziarah kubur menjadi ritual yang biasa dilakukan kaum muslimin, wabilkhusus warga Nahdliyyin. Kemarin (25/6), pengasuh beserta khodimul markaz Ridwan Romly Al Maliki  berziarah kubur ke sejumlah makam para Aulia di Tuban.

Jam dinding menunjuk pukul 13.30 ketika rombongan bersiap lepas landas menuju tujuan. Rombongan membawa dua mobil. Satu mobil berisi pengasuh beserta keluarga, dan satunya lagi para khodimul markaz.

Rombongan sampai di makam Syekh Abdul Jabbar di bukit Nglirip, Singgahan, Tuban. Tak lama rombongan berada di sana. Tak lebih dari sejam. Setelah kirim doa dan bertawashul, rombongan melanjutkan perjalanan lagi.

Syekh Abdul Jabbar adalah keturunan Pangeran Benowo. Selain dikenal sebagai waliullah, juga panglima perang dan musuh besar Kompeni Belanda. Sebelum berdakwah di Nglirip, beliau adalah seorang panglima perang dari Kerajaan Jipang.

Tujuan kedua adalah makam Raden Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang yang berada di tengah-tengah Kota Tuban. Rombongan berziarah sekaligus melakukan sholat ashar berjamaah di dekat makam Mbah Bonang.

Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel atau Raden Rahmat. Dalam hal pendidikan, Sunan Bonang belajar pengetahuan dan ilmu agama dari ayahandanya sendiri, yaitu Sunan Ampel. Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di kawasan Tuban.

Temaram menjelang, rombongan pun bergeser ke tempat ketiga sekaligus tempat terakhir. Yakni Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Maulana Ibrahim Asmoro Qondi merupakan ayah Sunan Ampel sekaligus kakek Sunan Bonang. Beliau merupakan cikal bakal keberadaan para Wali di kawasan Tuban. Pasca sholat isya, rombongan baru selesai berziarah di Asmoro Qondi dan lanjut pulang.

Berziarah kubur tak hanya ritual tawashul dan ngalap barokah. Lebih dari itu, tujuan utama berziarah adalah mengingatkan bahwa di dunia ini, apapun tidak ada yang kekal. Dan semua akan wafat pada waktunya. Sehingga, kita bisa menyiapkan apa yang harus dipersiapkan.