Sabtu, 27 Juni 2020

Pengalaman Belajar di Rumah




Oleh: Safira Putri Nur Maulida 

Ini pengalamanku belajar di rumah. Mana pengalamanmu, Sans? 

Hai, Sans. Bagaimana pendapat kalian tentang bersekolah di rumah seperti sekarang ini.? Pendapat orang memang berbeda-beda. Jadi, kalian bisa menulis pendapat kalian, lalu dikirim ke Ust Rizki. Jika kalian ingin lebih dalam mempelajari ekstra jurnalis ini, maka ikutilah ekstra tersebut.

Oh ya, Sans. Saya akan menyampaikan pendapat saya tentang pembelajaran yang dilakukan di rumah seperti saat ini. Kalian pasti tahu bukan penyebab dari situasi seperti ini? Ya, karena covid-19. Semakin bertambahnya hari semakin bertambah pula orang yang terjangkit. Menakutkan bukan.?

Nah, jika kalian tidak ingin terjangkit covid-19, maka kalian harus menaati peraturan yang diberikan oleh pemerintah dan harus selalu meminta pertongan dan do'a kepada yang maha kuasa Allah SWT. Dengan seperti itu Insyaallah kita semua akan terlindungi dari virus ganas tersebut.

Bersekolah di rumah, memang asyik bersekolah di rumah akan tetapi, lebih asyik dan seru lagi jika pembelajaran dilakukan di sekolah dan jika dilakukan di sekolah akan lebih mudah memahami materi pada pembelajaran di rumah.

Saya mengakui bahwa pembelajaran jika dilakukan tanpa adanya guru pembimbing secara langsung itu sungguh membingungkan. Ditambah lagi kita tidak bisa bertanya langsung kepada guru pembimbing ataupun teman yang bisa menjelaskan kembali penjelasan guru kepada kita disaat kita kurang memahami penjelasan yang pertama.

Sangat beda bukan rasanya belajar di sekolah dan di rumah.? Di sekolah kita ada teman dan guru yang mendampingi kita, sedangkan di rumah hanya ada keluarga yang mendampingi kita, belum lagi disaat semua orang lagi sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri.

Bagi saya penjelasan guru secara langsung di sekolah dan secara tidak langsung di rumah itu saangat berpengaruh dalam pembelajaran, karena saya lebih memahami materi jika pembelajaran dilakukan secara langsung.

Ohya, Sans. Di rumah lama-lama sungguh membosankan karena uang saku yang semakin menipis, eh bukan menipis lagi akan tetapi tidak ada sama sekali. Hehehe... Jika di sekolah kita akan mendapatkan uang saku yang cukup dan kita juga bisa menyisihkan uang jajan tersebut untuk kita tabung. Ya, bukan.? Bagaimana pendapat kalian tentang hal ini.? Apakah sama dengan pendapat saya.?