Selasa, 30 Juni 2020

Maklumat Perjumpaan




Tak ada bahagia yang getar harunya melebihi bahagianya perjumpaan, setelah sekian lama tak dipertemukan. 

Laju hidup, sesungguhnya serupa gerak bandul pendulum yang mengikuti pola: jumpa - pisah - jumpa - pisah - perjumpaan - perpisahan - perjumpaan -perpisahan, dan selanjutnya dan seterusnya.

Saat bandul berhenti pada momen jumpa, tentu hati sangat bahagia. Sedang saat bandul berhenti pada momen pisah, rasa sedih jelas bakal terasa. Itu wajar karena jarak antara jumpa dan pisah, kerap menyandera kesabaran dalam ruang tunggu.

Seperti yang kita semua tahu, menunggu itu soal yang berat. Sebuah soal yang tak bisa diselesaikan dengan hanya mengalikan massa (m) dan grafitasi (g) saja. Tapi juga harus ditambah dengan sabar.

Dan ruang tunggu itu, akhirnya hampir usai, ketika pemerintah membolehkan santri kembali ke pondok. Di titik inilah, semua akan merasa: tak ada bahagia yang getar harunya melebihi bahagianya perjumpaan, setelah sekian lama tak dipertemukan --- dalam hal apapun.

Sesuai arahan dan petunjuk pemerintah, Markaz Ridwan Romly Al Maliki telah menetapkan jadwal masuk kembali ke Asrama Pondok secara bertahap; dimulai tanggal 15 Juli 2020 sebagaimana jadwal terlampir.

Sebelum datang ke pondok, ada sejumlah kewajiban santri. Di antaranya; memastikan diri dalam keadaan sehat, benar-benar telah melakukan Isolasi Mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari sebelum tanggal kembali ke Pondok. Dan itu dilengkapi bukti surat pernyataan Isolasi Mandiri bermaterai 6000 yang ditandatangani orang tua.

Selain itu, para santri juga menyertakan Surat Keterangan Sehat (bukan ODP/PDP/OTG) dari Kepala Desa atau Puskesmas setempat, untuk diserahkan kepada Khodimul Markaz saat kembali ke Pondok.

Ohya, saat berangkat, diantar langsung orang tua atau wali dengan kendaraan pribadi atau carteran ya, tidak menggunakan kendaraan Angkutan Umum. Jangan lupa memakai masker dan tidak singgah di manapun dalam perjalanan menuju ke Pondok.

Untuk menjaga kesehatan personal, kamu bawa suplemen (Vitamin C atau madu) untuk menambah imunitas tubuh.
Membawa masker minimal 5 buah, handsanitizer, sabun cuci tangan atau peralatan perlindungan sejenisnya.

Untuk santri yang memiliki penyakit penyerta, seperti: hipertensi, diabetes,  penyakit jantung, penyakit paru paru untuk sementara waktu tidak diperkenankan kembali ke pondok sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.

Semua santri, dihimbau agar tetap istiqomah membaca Qunut Nazilah, Shalawat Tibbil Qulub dan wirid harian yang diberikan pengasuh pondok agar selalu diberi kesehatan oleh Alloh SWT dan agar pandemi ini segera berakhir.

Setelah berada di pondok, akan melakukan Isolasi Mandiri di tempat yang telah disediakan. Selain itu juga mematuhi semua Protokol Kesehatan secara umum (menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak bersalaman dll) selama di Asrama Pondok.

Sedangkan kewajiban walisantri, memastikan anak melaksanakan kewajibannya sebagaimana tersebut pada poin-poin di atas dan memberi keterangan yang jujur dan penuh tanggungjawab pada pengurus pondok atas kesehatan anak.

Walisantri juga harus mengantar anak dengan kendaraan pribadi. Atau kendaraan carter. Asal tidak kendaraan umum. Selain itu walisantri tidak diperbolehkan masuk area pondok pesantren. Dan menerapkan protokol kesehatan saat mengantar anaknya.

Ohya, Sans, untuk informasi mengenai masuknya santri baru, akan disampaikan melalui maklumat selanjutnya. Demikian maklumat ini disampaikan, sebagai langkah-langkah pencegahan yang harus dipatuhi dan dilakukan bersama.