Senin, 04 Mei 2020

Wasilah Pesan Rindu pada Kanjeng Nabi Muhammad




Majelis Ta'lim dan Shalawat Ponpes Ar-Ridwan Bojonegoro sebagai ruang berteduh yang mewasilahi pesan rindu pada Kanjeng Nabi Muhammad saw. 

Orang yang membaca shalawat pada Kanjeng Nabi Muhammad saw,  shalawatnya langsung diterima beliau. Karena itu, Kanjeng Nabi mengetahui siapa saja orang yang bersholawat padanya.

Ada sejumlah hadis yang mendukung pernyataan di atas. Ibnu Umar RA meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda: "perbanyaklah kalian membaca shalawat kepada nabi kalian setiap hari Jumat, karena sesungguhnya, aku menyaksikannya darimu pada hari Jumat." 

Menurut riwayat lain, Kanjeng Nabi Muhammad bersabda: "karena tidak seorangpun yang bershalawat padaku, melainkan shalawatnya disampaikan padaku, ketika ia selesai mengucapkannya." 

Ya, shalawat yang kita baca dan kita sampaikan pada Kanjeng Nabi, pasti sampai. Di Ponpes Ar-Ridwan, untuk mendukung kegiatan shalawatan, diadakan ekstrakurikuler Hadrah tiap seminggu sekali.

Ekstrakurikuler tersebut ditujukan agar para santri akrab dengan giat-giat shalawatan. Ekstra dilakukan seminggu sekali. Tapi gantian. Antara santri putra dan putri.

Dalam sebulan, misalnya, terdapat 4 kali pertemuan. Itu 2 kali pertemuan untuk santri laki-laki, dan 2 kali pertemuan lagi untuk santri perempuan.

Hasil latihan hadrah, bisa langsung diaktualisasikan para santri dalam kegiatan nyata. Sebab, setiap malam Jumat, di pondok ada sholawatan yang dilakukan secara bergantian oleh kelompok santri yang telah dibentuk.

Selain itu, pada acara Hari Besar Islam seperti Tahun Baru Hijriyah dan acara  Maulid Nabi, para santri bisa langsung mengaktualisasikan diri tentang kemahiran mereka dalam bershalawat. Bahkan, Grup Hadrah Ar Ridwan Bojonegoro kadang juga kerap menerima undangan main di luar pondok pesantren.

Apapun itu, keberadaan Majelis Ta'lim dan Shalawat Ponpes Ar-Ridwan Bojonegoro sebagai ruang berteduh yang mewasilahi pesan rindu pada Kanjeng Nabi Muhammad saw.