Minggu, 03 Mei 2020

Sebuah Nikmat yang Tak Pernah Dipandang Mata



Kenikmatan yang bahkan tak sempat terbersit di dalam hati. 

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT akan  memberi hadiah pada orang yang sholih dan sholihah dengan kejutan luar biasa. Sebuah kejutan yang, bahkan indera tak mampu mendefinisikannya.

Kejutan atau nikmat surgawi itu, disebut sebagai: مالا عين رأت (mata yang tak pernah memandang), ولا أذن سمعت (telinga yang tak pernah mendengar), dan ولا خطر على قلب بشر (hati yang tak pernah terbersit).

Ya, seperti tertera dalam judul tulisan ini, Mala Ainun Roat berarti mata yang tak pernah atau tak sanggup memandang, karena begitu indahnya.

Pada ngaji pasan Mala Ainun Roat pertemuan keempat semalam (2/5), Kiai Tsalis mbalah bab Naimul Jannah --- utawi pira-pira kenikmatan suarga.

Nikmat dalam surga, kata Kiai Tsalis, tak bisa disamakan dengan nikmat di dunia. Bahkan, tak bisa digambarkan dengan angan-angan.

Sebuah nikmat yang mungkin tak bisa disandingkan dengan nikmatnya saat kita sedang jatuh cinta, misalnya. Atau saat sedang lapar dan kemudian menemukan maeman, misalnya.

Nikmat paling kecil di surga, rasanya sudah menjadi nikmat paling besar di dunia. Karena itu, kita wajib berharap kelak bisa merasakannya.

"Nggih nek mboten angsal nikmat teng mriki (dunia), mugi saget diwales teng mriku (suargo)," kata Kiai.

Nikmat surga memang tak bisa dibayangkan. Seberapapun jauh ilmu yang dimiliki manusia, tak akan bisa menggambarkan hakikat surga.

Karena memang Allah SWT meniadakan wujud ilmu yang menggambarkan surga. Jadi memang tak ada ilmu untuk mengukurnya.

Semoga kita semua kelak bisa merasakan kejutan yang disebut sebagai; mata yang tak pernah memandang, telinga yang tak pernah mendengar dan hati yang tak pernah terbersit tersebut. Aamiin...