Sabtu, 02 Mei 2020

Ngaji Mala Ainun Roat Pertemuan Pertama: Pentingnya Mutolaah


Pada Ramadhan tahun 2020 ini, Khodimul Markaz kompak menginisiasi adanya kajian kitab di pondok. Sehingga meski dalam suasana pandemi, tetap ada yang disinauni. 

Para Khodimul Markaz Ridwan Romly Al Maliki menginisiasi ngaji pasan 2020 ini dengan pembahasan kitab Mala Ainun Roat karya Abuya Sayid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani yang diampu langsung oleh pengasuh pondok, KH. Tsalis Dhuha Ridwan.

Ngaji kitab Mala Ainun Roat pertama dibuka pada tanggal 27 Apri 2020, dan dilaksanakan setelah terawih.

Sebelum mbalah kitab, Kiai Tsalis bercerita tentang pengalaman beliau saat nyantri di Makkah, di bawah asuhan Abuya Sayyid Abbas Al Maliki Al Hasani --- yang notabene adik dari Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Kiai Tsalis banyak bercerita tentang Abuya Sayyid Abbas. Mengingat, beliau pernah nyantri secara langsung pada Abuya Sayyid Abbas. Bahkan Kiai Tsalis pernah diajak masuk ke kamar pribadi beliau.

Kata Kiai Tsalis, pesan Abuya yang selalu beliau ingat adalah pentingnya mutolaah (sinau). Para santri harus mutolaah dengan berpegang kitab. Hal ini penting agar tidak kepeleset lidah.

Mutolaah harus berpegang kitab. Ngaji harus pakai kitab. Berpegang kitab.  Menurut Kiai Tsalis, mutolaah berpegang kitab adalah metode Abuya Sayyid Abbas yang selalu dipesankan pada para santri.

Karena itu, saat di pertemuan pembukaan ngaji pasan ini, Kiai Tsalis menyampaikan estafet pesan itu pada para Khodimul Markaz yang juga para santri Ponpes Ar-Ridwan.

Kiai Tsalis berkisah tentang kenangan bersama Abuya Sayyid Abbas. Tentang betapa bijak beliau mengajar ilmu pada para santrinya. Bahkan, Kiai Tsalis mengatakan, beliau tak pernah berani memandang wajah Abuya, karena saking takdzimnya beliau pada Abuya.

Yang menarik, Kiai Tsalis juga bercerita bahwa sebelum boyong ke rumah, beliau minta diakadkan Abuya saat menikah. Ya, yang mengakadkan pernikahan Kiai Tsalis dengan istrinya adalah Abuya Sayyid Abbas.

Kiai Tsalis merupakan santri asal Indonesia yang termasuk pelopor santri yang nekat minta diakadkan Abuya Sayyid Abbas ketika mau menikah. Sebab sebelumnya, belum pernah ada.

Ngaji kitab Mala Ainun Roat yang dilaksanakan setelah sholat tarawih ini, bercerita tentang seluk beluk surga yang keindahannya bahkan luput dari bayangan pandangan mata.