Sabtu, 02 Mei 2020

H. Muhammad Khusairi Ridwan, Pendiri Ponpes Markaz Ridwan Romly Al Maliky Bojonegoro



Keberadaan Pondok Pesantren Markaz Ridwan Romly Al Maliki adalah cita-cita dan keinginan H. Muhammad Khusairi Ridwan (Abi Khusairi).  

Keberadaan pondok pesantren Markaz Ridwan Romly Al Maliky dan SMP Plus Ar Ridwan Bojonegoro tak bisa dilepaskan dari sosok almarhum H. Muhammad Khusairi Ridwan. Bahkan, yayasan tersebut merupakan mimpi dan cita-cita beliau.

Lahir pada April 1954,  H. Muhammad Khusairi Ridwan (Abi Khusairi) sudah sangat dekat dan identik dengan dunia pendidikan dan kegiatan keagamaan. Abi Khusairi merupakan putra pertama dari H. Ali Khasbi dan Hj. Suminah. Putra daerah Sukorejo Bojonegoro.

Sejak usia muda, Abi Khusairi sudah sangat akrab dengan berbagai kegiatan keagamaan. Beliau juga sosok pembelajar yang tak pernah berhenti belajar.

Dalam hal ilmu agama, Abi Khusairi berguru secara langsung pada Kiai Thalhah, tokoh agama sekaligus pendiri masjid Al Muchlisin di Jalan Monginsidi Bojonegoro. Kiai Thalhah merupakan kakek kandung dari Abi Khusairi.

Sebagai guru sekaligus kakek, Kiai Thalhah sangat mendorong Abi Khusairi untuk bergerak di bidang pendidikan. Hal itu pula yang pada akhirnya membawa Abi Khusairi, dari usia muda hingga akhir hayatnya, bergelut di bidang pendidikan.

Kiprah Abi Khusairi di Pendidikan Agama Bojonegoro 

Sejak usia muda, Abi Khusairi memang hidup sebagai pengusaha. Bahkan, tergolong pengusaha kayu dan mebel sukses. Namun, beliau juga peduli dan aktif berorganisasi. Terlebih, organisasi pendidikan agama.

Abi Khusairi aktif berjuang di Nahdlatul Ulama. Beliau tercatat sebagai salah satu inisiator dan pendiri IPPNU Bojonegoro. Selain itu, beliau juga aktif berorganisasi di Ansor dan NU ranting.

Abi Khusairi ditunjuk langsung oleh Rois Syuriah NU saat itu, H. Ali Syafi'i untuk menjadi pengurus MINU. Dengan dukungan penuh dari istrinya, Umi Hajah Sulayana, Abi Khusairi mampu mengelola MINU Bojonegoro hingga 20 tahun lebih.

Di tangan beliau, MINU Bojonegoro yang awalnya hampir punah, kian stabil, berkembang hingga memiliki banyak cabang. Tercatat, kini MINU memiliki 3 cabang (MINU Unggulan, MINU ICP dan MINU Karakter).

Abi Khusairi memang pengusaha. Namun, untuk urusan pendidikan agama, beliau tak mau tanggung-tanggung. Dengan ketekunan, harta, dan tenaga, Abi mampu menjadikan MINU yang awalnya kecil, hingga besar seperti saat ini.

Dalam urusan pendidikan agama, Abi Khusairi sangat total dan istiqamah. Sebagai pengurus MINU, Abi Khusairi amat telaten mengawal dan mengurus lembaga pendidikan tersebut.

Abi Khusairi pernah mengenyam pendidikan formal di PGA Ma'arif lalu pindah ke SMEA. Meski begitu, pendidikan agama seolah sudah jadi DNA dan cita-cita beliau. Bahkan, Abi Khusairi merupakan salah satu tokoh yang membidani lahirnya Yayasan Unsuri Bojonegoro. 

Kelahiran dan keberadaan Pondok Pesantren Markaz Ridwan Romly Al Maliki adalah cita-cita dan keinginan beliau. Tanpa H. Muhammad Khusairi Ridwan, Ponpes Markaz Ridwan Romly Al Maliki mungkin tak pernah ada.

1 komentar

  1. Semoga ma'had alridwan sukses slalu dlm berimplementasi afdholut thoriqoh ta'lim wa ta'alum, penerus warisatul anbiya'ditiap dedikasi" khazanah keilmuwaanya. Memainkan peranan pesantren sbagai majlisul ilmu skaligus benteng dan bengkel moral ditengah kota bojonegoro yg semakin terhegemoni olh kekayaan sebuah harta terpendam (migas)

    BalasHapus