Jumat, 15 Mei 2020

Cinta Kanjeng Nabi dan Sifat-sifat Pintu Surga




Semakin tinggi derajat surga, semakin besar ukuran pintunya. Bahkan, ada pintu khusus. 

Ngaji Pasan kitab Mala Ainun Roat pertemuan ke sembilan (13/5), Kiai Tsalis membahas bab baru, yakni bab صفة أبواب الجنة (sifat-sifat pintu surga).

Sebelum mbalah lebih dalam, Kiai bercerita betapa beruntung dan mulianya menjadi umat Nabi Muhammad. Sebab, umat Muhammad lah kelak yang masuk surga pertamakali.

Bahkan, nabi-nabi terdahulu, sangat kepingin jadi umat Kanjeng Nabi Muhammad. Karena itu, kita yang sudah jadi umatnya Kanjeng Nabi, harus banyak bersyukur. Tentu dengan memperbanyak shalawat.

"Nabi-nabi terdahulu itu pengen banget jadi umatnya Nabi Muhammad. Lha kita ini nggak minta, udah jadi umatnya Nabi Muhammad. Makanya kita harus bersyukur dengan banyak-banyak ber-sholawat." Ucap Kiai Tsalis.

Seperti yang tertera dalam kitab, Kiai Tsalis mengatakan jika pintu surga umat nabi Muhammad itu, luasnya seluas jarak yang dilewati kuda (balap) selama 3 hari. Sejumlah ulama mengatakan 3 tahun.

Tentu saja sangat luas sekali. Tapi, meski benar-benar luas, para ahli surga yang masuk, seperti diterangkan kitab, sangat berdesak-desakan. Berdesakan hingga serasa bahunya hilang. Hal ini, kata Kiai Tsalis, disebab karena rahmat Allah lebih besar dibanding azabnya.

"Karena itu kita jangan pernah sombong. Jangan sampai mengkafir-kafirkan orang lain." Tegas Kiai Tsalis.

Kanjeng Nabi, kata Kiai Tsalis, sangat cinta dan sayang pada umatnya. Umatnya selalu beliau sebut. Bahkan hingga akhir hayatnya pun, umatnya yang dia ingat-ingat. Sudah sepatutnya kita membahagiakan Kanjeng Nabi, meski tentu saja tak akan sebanding.

"Cinta yang bagaimana yang harus kita tumbuhkan pada Rosulullah?" imbuh Kiai.

Setidak-tidaknya, kita harus mengingat Kanjeng Nabi. Bersholawat terus kepada beliau. Sebab, beliau sangat mencintai dan mengkhawatirkan kita. Sudah sepatutnya kita mencintai Kanjeng Nabi dengan sesering mungkin bersholawat.



1 komentar

  1. Subhanalloh. Mugi kito dipun akui sebagai Ummat kanjheng Nabi Muhammad dan kelak mendapat syafaatul udzma

    BalasHapus