Sabtu, 02 Mei 2020

Biar ada Jarak, Biar ada Rindu yang Bergerak


Kami pulang sejenak. Biar ada jarak. Biar ada rindu yang bergerak. 

Jarak tak memicu retak, justru membuat rekat. Sebab jarak hadir sebagai pemicu rasa rindu. Dengan berjarak, justru rindu punya ruang untuk bergerak.

Sejumlah santri dan santriwati Markaz Ridwan Romly Al Maliky pulang sejenak dan mengisi kegiatan selama beberapa pekan di rumah.

Kepulangan sejenak ini, untuk mematuhi himbauan Ulil Amri agar para pelajar mengentikan sementara proses pendidikan.

Sans, Fenomena wabah Covid-19 membuat banyak tatanan kehidupan berubah. Bermacam bidang pun terdampak. Satu di antaranya adalah bidang pendidikan.

Bagi siswa yang belajar di sekolah umum, kegiatan diliburkan. Sementara bagi santri yang belajar di sekolah berbasis pesantren, untuk sementara waktu dipulangkan.

Sans, untuk sementara waktu, para santri harus berjarak dengan pondok. Ini bukan untuk memisahkan. Tapi justru untuk saling jaga dan menyelamatkan.

Untuk sementara waktu, para santri harus berjarak dari pondok. Tentu saja, ini diniati sebagai wasilah melatih kerinduan para santri. Sekaligus melatih kemandirian santri di rumah.

Jarak tak memicu retaknya silaturahmi, justru membuatnya rekat. Sebab jarak hadir sebagai pemicu rasa rindu. Adanya jarak, justru rindu punya ruang untuk bergerak.

Semoga kita semua bisa bersabar melewati masa-masa berat wabah Covid-19 ini. Dan semoga Allah SWT segera mengangkat virus berbahaya ini, agar kita semua bisa menjalani hidup secara normal seperti sedia kala. Amin.