Sabtu, 02 Mei 2020

Adab-Adab Bergaul sesuai Kitab Taisirul Kholaq





Oleh: Safira Putri Nur Maulida

Di samping belajar tentang ilmu umum dan agama, pondok pesantren Markaz Ridwan Romly Al Maliky juga memberi pelajaran tentang ilmu adab.

Ohya, sudahkah kamu tahu bagaimana tata cara atau adab dalam bergaul? Jika sudah tahu, Alhamdulillah. Jika belum, saya akan beri penjelasan dalam tulisan ini.

Dalam kitab Taisirul Kholaq (kitab yang kita pelajari di sini), macam adab bergaul ada 8 macam.

Pertama: menampakkan wajah berseri-seri pada teman yang sedang mencurahkan hati bahagianya pada kita. Walaupun kita sendiri sedang terbebani masalah lain. Itu semua agar teman kita merasa senang dan lega.

Kedua: dengarkan ucapan teman dengan seksama, ketika teman kita sedang bercerita tentang pengalamannya, keseruannya, maupun bercerita tentang segala hal yang telah mereka ketahui di dunia ini. Kita jangan menyela pembicaraan teman kita saat mereka sedang bercerita paa kita.

Ketiga: berwibawa tanpa adanya kesombongan. Maksudnya, berbicara secukupnya. Tidak membahas bahasan yang tidak penting dan jangan melebih-lebihkan masalah atau menambahi kalimat yang tidak ada. Cara berjalan juga termasuk dalam wibawa. Saat berjalan, hendaknya menundukkan kepala dan berjalan pelan sekadarnya.

Keempat: diam ketika bercanda. Maksudnya, jangan mengeluarkan suara terbahak-bahak saat bercanda, apalagi perempuan. Karena suara perempuan adalah aurat. Jangankan perempuan, lelaki pun, sebenarnya tak diperbolehkan tertawa terbahak-bahak. Karena tidak baik dalam ajaran Islam.

Kamu tahu tidak, mencari teman ada caranya. Caranya, tidak boleh memilih sembarang teman. Jika kita ingin berteman dengan seseorang, kita harus tanya pada teman dekatnya dulu. Bagaimana sifat anak itu. Sehingga jika sifatnya buruk, kita tak tertular virus. Tapi kalau bisa menyadarkan, ya sadarkan mereka. Dan jika ada teman yang baik, temanilah mereka.

Oke, Sans. Sementara empat dulu nggih. Untuk yang berikutnya, semoga bisa saya tulis di lain kesempatan. Hehe